Upaya Anies Baswedan dalam Menghadapi Krisis Iklim

 


Krisis iklim merupakan masalah yang dihadapi berbagai negara termasuk Indonesia. Dan sebagai negara kepulauan adanya krisis iklim di Indonesia ini sangat mengkhawatirkan. Krisis iklim yang ditandai dengan meningkatnya suhu bumi menjadikan es di kutub utara dan selatan mulai mencair, akibatnya permukaan lautpun naik tiap tahunnya. Jika hal ini berlangsung terus menerus maka akan banyak pulau di Indonesia yang terancam tenggelam dalam beberapa tahun ke depan.


Tidak hanya itu saja adanya kekeringan akibat perubahan iklim juga bisa menyebabkan petani gagal panen. Tentu saja hal ini berpotensi mengakibatkan naiknya harga makanan bahkan di beberapa daerah bisa saja terjadi krisis kelaparan.


Di sisi lain naiknya air laut juga bisa menyebabkan air minum yang biasa kita konsumsi terkontaminasi. Akibatnya akan terjadi kekurangan air untuk berbagai keperluan. Tentu saja jika hal ini benar benar terjadi maka akan sangat mengerikan. 


Untuk itu sebelum hal ini benar benar terjadi kita perlu melakukan berbagai upaya untuk mencegah terjadinya krisis iklim ini atau setidaknya memperlambat terjadinya krisis iklim. Salah satunya adalah dengan mengurangi emisi gas rumah kaca.


Pengurangan emisi gas rumah kaca ini bisa dilakukan dengan mengurangi penggunaan kendaraan pribadi dan lebih memilih menggunakan kendaraan umum.


Tentu saja untuk hal ini berjalan dengan baik tidak hanya individu per individu saja yang melakukannya namun juga perlu campur tangan pemerintah. Penyediaan kendaraan umum yang layak oleh pemerintah bisa menjadi salah satu solusinya.


Dan salah satu contoh upaya pengurangan emisi gas rumah kaca adalah apa yang dilakukan oleh Anies Baswedan. Melalui berbagai upaya kolaborasi antara pemerintah, pemuda dan warganya DKI Jakarta berhasil mengurangi emisi gas rumah kaca hingga 26% pada tahun 2020 yang lalu. Dan di masa yang akan datang pengurangan ini ditargetkan bisa mencapai 30%.


Beberapa hal yang dilakukan Calon presiden dari koalisi perubahan untuk persatuan dalam upayanya untuk menghadapi krisis iklim ini antara lain adalah dengan memprioritaskan transportasi umum yang terintegrasi sehingga jangkauan wilayah dari angkutan umum ini naik menjadi 2 kali lipat. Kenaikan ini tentu menjadikan pengguna angkutan umum bertambah yang artinya secara langsung atau tidak pengguna kendaraan pribadi berkurang. Sehingga emisi gas rumah kaca sebagai penyebab krisis iklim bisa dikurangi jumlahnya.


Upaya lain adalah dengan membuat tata ruang kota yang lebih ramah lingkungan. Misalnya saja dengan adanya ruang terbuka hijau dan sejenisnya.



Komentar